Kader PP Setuju Komnas HAM Tak Buru-Buru soal Kerangkeng

indra 27 January 2022
Kader PP Setuju Komnas HAM Tak Buru-Buru soal Kerangkeng
Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI, Choirul Anam memberi penjelasan kepada wartawan di halaman kediaman Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin. foto: ISTIMEWA

agiodeli.com Kader PP (Pemuda Pancasila) setuju dengan sikap Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang tak buru-buru berkesimpulan terkait kerangkeng manusia di kediaman Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin.

“Kita sudah melihat perkembangannya ya. Komnas HAM sudah turun ke lokasi dan melihat langsung kerangkeng yang menghebohkan itu. Ada Pak Kapolda juga menemani. Kita setuju Komnas HAM tak buru-buru buat kesimpulan,” ujar H. Idrus Djunaidi kepada agiodeli di Medan, Kamis (27/1/2022), menanggapi inspeksi mendadak Komnas HAM ke lokasi kerangkeng yang berada dalam kompleks kediaman pribadi Terbit Rencana Peranginangin di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Keyakinan Idrus tetap sama, seperti penyampaiannya kepada awak media beberapa hari lalu. Kader pemegang sertifikat kompetensi madya –yang juga pendiri Kelompok Kerja Kehumasan (Pokja Humas) Sumut— ini mengatakan dugaan adanya perbudakan modern merupakan framing kelompok tertentu untuk membunuh karakter Terbit Rencana.

“Sekali lagi saya sampaikan, keberadaan kerangkeng itu diheboh-hebohkan seiring kasus suap yang menyeret Bung Cana (sapaan akrab Terbit Rencana). Kok ujug-ujug, padahal kerangkeng itu sudah sepuluh tahun. Ini kan seperti hanya memanfaatkan momentum untuk membunuh karakter Bung Cana. Saya sampaikan apa yang saya tahu tentang alasan Bung Cana membangun tempat pembinaan itu. Sebagai sesama kader PP, saya merasa perlu kemukakan ini, supaya orang-orang tidak menafikan sisi baik Bung Cana,” tandas Idrus.

Sidak Komnas HAM

Sebelumnya, Rabu (26/1/2022), Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI, Choirul Anam melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk melihat langsung kerangkeng di rumah Terbit Rencana Peranginangin.

Kepada wartawan usai inspeksi, Choirul Anam menegaskan adanya perbedaan kondisi di lapangan. “Apakah ada perbedaan antara yang kami dapatkan dengan perkembangan saat ini, pasti ada perbedaan. Satu dari segi jumlah, informasi saat ini jauh lebih kaya. Dari segi berbagai pihak yang kami mintai keterangan, pasti jauh lebih banyak,” kata Choirul di lokasi.

Dia memastikan Komnas HAM akan terus bekerja mendapatkan semua informasi agar komprehensif. “Kedua, apakah ini tempat rehabilitasi, apakah ini tempat perbudakan modern, itu sedang kami dalami. (Soal) indikasinya dan sebagainya, nanti,” ujarnya lagi.

Jika nantinya memang terdapat pelanggaran hukum, dia memastikan proses hukum akan berjalan. Namun, dia meminta semua pihak menghormaati jika ternyata memang bukan pelanggaran hukum.

Karena ini pengaduan pelanggaran hak asasi manusia, ya pasti bisa disebut dugaan pelanggaran HAM. Tapi kesimpulan belum,” tambah Choirul.

Dalam sidak tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ  Panca Putra Simanjuntak dan sejumlah aparat Polda Sumut turut mendampingi. Tentang peran Kepolisian dalam pengusutan kasus kerangkeng ini, Choirul mengatakan sudah ada komitmen langsung.

“Ada komitmen dengan Pak Kapolda. Teman-teman yang sedang bekerja di Mapolda mensupport semua informasi. Tadi juga membuat komitmen dengan masyarakat, untuk kami mendapatkan keterangan,” sebut Choirul.

Serupa dengan Panti Rehabilitasi Mental

Choirul menjelaskan kerangkeng yang di kediaman Terbit Rencana itu memang berkarakter menyerupai tahanan. “Lepas dari perdebatan ini rehabilitasi atau kah tidak, kalau di beberapa tempat itu ada istilah serupa dengan tahanan, karena orang tidak bisa bebas dan sebagainya,” ungkap Choirul.

Menurut dia, Komnas HAM pernah menurunkan tim untuk melihat fasilitas sejumlah tempat yang karaternya mirip kerangkeng di rumah Terbit Rencana. Misalnya, panti-panti untuk pemulihan pasien disabilitas mental.

“Nah itu karakternya begini kurang lebih. (Mengenai kerangkeng di rumah Terbit Rencana) kalau ditanyain peruntukannya untuk apa, itu nanti diujung,” tambah Choirul. (indra)

Satu tanggapan untuk “Kader PP Setuju Komnas HAM Tak Buru-Buru soal Kerangkeng”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *