Ditanyai Polisi, Penghuni Kerangkeng Rumah Bupati Bilang Begini

indra 27 January 2022
Ditanyai Polisi, Penghuni Kerangkeng Rumah Bupati Bilang Begini
Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak memeriksa dokumen penghuni kerangkeng di kediaman Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin, saat menemani Tim Komnas HAM, Rabu (26/1/2022). foto: ISTIMEWA

agiodeli.com Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan pihaknya pernah menanyai penghuni kerangkeng di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin. Nah, begini pengakuannya!

“Kami sudah lakukan pengecekan terhadap beberapa pihak yang bersangkutan di tempat ini serta warga binaan,” ujar Irjen Panca dalam siaran persnya, Kamis (27/1/2022).

Irjen Panca mengungkap, beberapa orang yang menjadi warga binaan atau penghuni kerangkeng di rumah Bupati Langkat nonaktif itu mengaku mendapatkan pelatihan kerja. Setelah sehat dan lepas dari ketergantungan narkoba, mereka kemudian diberi pekerjaan dan mendapatkan gaji. Selama berada di tempat itu, mereka juga mengaku mendapatkan makanan layak.

Menurut Kapolda, cerita warga binaan itu sesuai dengan pengakuan Terbit Rencana sebelumnya. Kepada pihak Kepolisian, Bupati Langkat nonaktif itu mengaku membangun fasilitas kerangkeng untuk menampung dan membina pecandu narkoba dan remaja nakal.

“Namun demikian, kami akan terus melakukan pendalaman bekerja sama dengan Komnas HAM dan BNNP,” tambah Irjen Panca.

Kapolda Sumut turut mendampingi Tim Komnas HAM melaksanakan pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran HAM di kediaman Terbit Rencana Peranginangin di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu (26/1/2022).

Setibanya di lokasi, Kapolda Sumut bersama Tim Komnas HAM langsung menuju lokasi kerangkeng yang persisnya berada di halaman belakang kediaman pribadi Terbit Rencana.

Kapolda juga menjelaskan, di lokasi itu mereka mendapati sejumlah sarana khusus untuk penghuni kerangkeng, antara lain tempat tidur dan ruang mandi.

Sebelumnya, menanggapi wartawan menyusul geger laporan Migrant Care ke Komnas HAM, Kapolda Sumut sudah memberi pernyataan kalau Terbit Rencana membangun kerangkeng itu sejak sepuluh tahun lalu.

Tujuannya, sebagai sarana pembinaan terhadap anak-anak muda dari kalangan ekonomi miskin yang terpapar narkoba. (indra)

Baca Juga: Geger Kerangkeng, Kader PP Ungkap Framing Pembunuhan Karakter Bupati Langkat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *